Peralatan Gambar & Etiket (Kop) Gambar
Sistem Pembelajaran Teknik Ketenagalistrikan
Bab 1: Peralatan & Standarisasi Gambar Teknik
1. Pengantar Gambar Teknik
Gambar teknik adalah "Bahasa Universal" bagi orang teknik. Berbeda dengan gambar seni yang bersifat ekspresif, gambar teknik harus komunikatif, terukur, dan akurat. Sebuah garis dalam gambar teknik memiliki makna instruksi yang tegas (potong, bor, atau ukuran).
2. Alat-Alat Gambar Utama
A. Kertas Gambar (Standar ISO 216)
Ukuran kertas gambar didasarkan pada standar A-Series. Prinsipnya: Ukuran A(n) adalah setengah dari ukuran A(n-1).
- A0: 841 x 1189 mm (Ukuran dasar 1 meter persegi).
- A1: 594 x 841 mm.
- A2: 420 x 594 mm.
- A3: 297 x 420 mm (Sering dipakai untuk gambar instalasi rumah).
- A4: 210 x 297 mm (Sering dipakai untuk dokumen laporan).
B. Pensil Gambar
Kekerasan pensil mempengaruhi ketebalan dan kegelapan garis. Kode pensil dibagi menjadi:
- Keras (H - Hard): Kode 4H, 2H, H. Digunakan untuk membuat garis bantu (garis tipis) yang nantinya akan dihapus atau tidak dominan.
- Sedang (F / HB): Digunakan untuk menulis huruf dan angka.
- Lunak (B - Black): Kode B, 2B, 3B. Digunakan untuk garis utama (garis benda) agar terlihat tebal dan jelas.
C. Sepasang Penggaris Segitiga
Seorang drafter wajib memiliki dua buah penggaris segitiga:
- Segitiga Siku-siku Sama Kaki (Sudut 45°-45°-90°).
- Segitiga Siku-siku (Sudut 30°-60°-90°).
Fungsinya: Dengan menggeser satu segitiga di atas segitiga lainnya, kita bisa membuat garis sejajar (paralel) dan garis tegak lurus (vertikal) dengan sangat presisi tanpa perlu mengukur ulang.
D. Jangka & Mal (Template)
- Jangka: Untuk membuat lingkaran presisi.
- Mal Huruf/Angka: Cetakan plastik agar tulisan pada gambar seragam dan rapi.
- Mal Lengkung (Kurva): Untuk membuat garis lengkung yang tidak bisa dibuat jangka.
3. Tata Letak dan Garis Tepi (Margin)
Setiap kertas gambar harus memiliki garis tepi. Sisi kiri kertas selalu diberikan margin lebih lebar untuk keperluan penjilidan (lubang perforator).
| Ukuran Kertas | Tepi Kiri (a) | Tepi Lain (Atas, Bawah, Kanan) |
|---|---|---|
| A0, A1 | 20 mm | 20 mm |
| A2, A3, A4 | 20 mm | 10 mm |
4. Etiket Gambar (Kop Gambar)
Etiket adalah "KTP" dari sebuah gambar. Letaknya harus selalu di Pojok Kanan Bawah kertas. Jika etiket salah, gambar bisa dianggap tidak valid.
Komponen Wajib Etiket:
- Judul Gambar: Nama proyek (Misal: Rangkaian Kontrol Motor).
- Instansi: Nama Sekolah / Perusahaan.
- Skala: Perbandingan ukuran (Misal 1:100 artinya 1 cm di gambar = 100 cm di aslinya).
- Proyeksi: Simbol proyeksi Amerika/Eropa.
- Nama Drafter & Pemeriksa: Siapa yang menggambar dan siapa yang menyetujui.
- Nomor Gambar: Untuk memudahkan pengarsipan.
🔗 HUBUNGAN DENGAN PKL
1. Membaca Blue Print: Saat PKL di proyek konstruksi atau industri, Anda akan diberi satu bundel gambar kerja. Hal pertama yang harus Anda lihat adalah ETIKET. Mengapa?
Untuk memastikan Anda memegang gambar "Revisi Terakhir" (Latest Revision). Sering terjadi teknisi mengerjakan instalasi menggunakan gambar lama yang sudah tidak berlaku, sehingga harus bongkar ulang. Rugi waktu dan biaya.
2. Skala Gambar: Kesalahan membaca skala (misal mengira 1:50 padahal 1:100) akan menyebabkan Anda memotong kabel terlalu pendek. Selalu cek kolom skala di pojok kanan bawah!